Sabtu, 29 Oktober 2011

Andai Kau Tahu, Kawan


langit mendung, kelam menahan hujan yang tak terperi. andai kau tahu kawan, kalau bukan karenaNya aku takkan bertahan sekokoh ini, sekuat ini, sekokoh pohon beringin yang tak pernah goyah ditiup angin. andai kau tahu, kawan, terkadang kau harus menggugurkan egomu demi kebaikan orang lain. kalau kau manusia sejati, pegang janjimu. pertahankan semuanya hingga janjimu terlunasi pada akhirnya.
ketika kau hanya memikirkan dirimu, urusanmu, hidupmu, nafasmu, langkahmu, otakmu, denyut jantungmu, atau apapun itu tentangmu, kau hanya bergerak sampai situ. ya, tak lebih. pikiranmu pun tak berkembang, hanya sampai situ. dan lebih buruknya lagi, kebaikanmu hanya sampai situ, hatimu hanya sampai situ, atau mungkin, imanmu hanya sampai situ. hanya mempercayai dirimu.
ingatlah, kebaikan itu tak dibalas sesegera mungkin. kau harus lebih banyak bersabar menunggu hasil kebaikan itu. tapi ingatlah, Tuhan Maha Melihat, Dia jauh lebih tersenyum melihat hambaNya yang ikhlas tanpa pamrih ketimbang melihat hambaNya yang selalu menagih tanpa syukur. dan ketika kau merasa diinjak harga dirimu setelah kau berbuat baik, ingatlah, doa orang teraniaya didengarNya, dan dikabulkan. lebih baik lagi jika kau mendoakannya ketimbang kau menyumpahinya. Dia akan tersenyum padamu berlipat-lipat lamanya, berlipat-lipat banyaknya.
jangan hanya karena satu hal saja kau langsung menyerah, lepas dan tinggalkan janji itu secepat kilat menyambar. semua yang kau ambil ada resiko, dan semua yang kau alami tentu ada hikmahnya. untuk apa semua itu terjadi tapi tidak ada hal baik yang bisa kau petik?
pesanku terakhir, sebelum kau ambil keputusan itu, ingatlah Tuhanmu. akan seberapa kecewakah dia padamu. jika kau sangat mencintaiNya, kau pasti tak mau membuatNya terluka.

Iva Rosa Nasution
ditulis di tengah kemelut dalam hati dan otaknya.

telah di-post di Facebook sebelumnya

0 comments:

Posting Komentar