Kamis, 08 Maret 2012

Karena Dia, Berbeda...

Assalamu'alaikum yaa ceman-ceman cemuanya~ *mulai sok imut*. Kayaknya udah mulai banyak yang rindu setelah saya udah enggak buat postingan selama 2 minggu. Banyaaak juga yang liat-liat kemari, meskipun lagi cuti nulis disini. Yayayaya, aku tau kalo tulisanku itu selalu ngangenin, jadi orang-orang rela baca itu berulang-ulang *dihajar massa*. Sebenarnya sih ini curi-curi waktu, mumpung lagi ada waktu senggang sedikiiit aja. Soalnya postingan yang kali ini sayang banget gak ditulis disini, serius. Karena hal ini bener-bener jarang terjadi di kehidupan banyak orang.

Taapi, seperti biasa, aku mau mulai dulu dengan pembukaan. Karena udah lama enggak nulis disini, aku mau cerita sedikit. Bulan ini hingga 2 bulan kedepan bakal jadi bulan paliiing sibuk tahun ini kayaknya. Mulai minggu depan, kami, aku en temen-temen satu sekolah bakalan ujian secara estafet. Minggu depan ujian semester, kemudian langsung dilanjut dengan ujian sekolah. Dan setelah itu masih ada waktu sekitar 3 minggu untuk persiapan Ujian Nasional. Dan setelah UN, bakal ada persiapan kira2 satu setengah bulan untuk SNMPTN tertulis, kalo enggak lulus di Jalur Undangan nanti. Makanya, lebih bagus nulis sekarang kan daripada enggak bisa nulis lagi nanti-nanti....

Nah, sekarang mau nulis apa nih? Sekali lagi nih, postingan kali ini bener-bener harus ditulis disini. Bukan karena apa-apa, aku ngerasa kalo orang yang kuceritain kali ini adalah termasuk orang-orang yang luar biasa di mataku. Punya sesuatu yang lebih di mataku, bahkan kalo dibandingkan dengan diriku, aku ini bukan apa-apa. Dia enggak punya harta berlimpah ataupun otak yang jeniusnya ampun-ampunan. Dia punya sesuatu yang, yaah, gak semua orang punya itu. Jarang, malah.

Nama lengkapnya Nan Indah Permata Qaum. Biasa dipanggil Indah. Orangnya putih bersih dan good-looking. Bawaannya ceria, bahkan sering buat orang yang sedih jadi ceria lagi. Punya suara yang kalo disuruh nyanyi entah siapa yang bisa nandingin suaranya. Dia ini temen sekelasku. Tapi, dia emang cukup sering enggak dateng ke sekolah. Bukan karena bolos atau apa, tapi ada sesuatu yang buat dia begini. Dia punya penyakit yang enggak biasa. Gejalanya tiap hari ngerasain sakit kepala yang luar biasa, katanya. Kadang kalo lagi di jam belajar, dia sama sekali enggak bisa fokus. Lumayan sering jadi pelanggan UKS, bisa dibilang dia lumayan sering pingsan. Sampai suatu hari, setelah dia siuman dari pingsan, aku saranin dia buat scanning kepalanya. Beberapa hari kemudian ia lakuin itu.

Hasilnya? Ada penyakit memang di kepalanya. Orang tuanya enggak mau bilang apa penyakit itu, udah separah apa. Tapi katanya dia harus minum obat yang jelas aja kalo urusannya sama kepala itu enggak murah *kecuali obat2 generik*. Dan kata mamanya, dia harus lebih banyak berbuat baik mulai dari sekarang. Dia jadi lebih sering nangis. Dan dia sempet nangis di depan kami, temen-temennya. Tapi yang hebatnya, setelah dia nangis, 1 detik setelah dia selesai nangis dia langsung teriak, "Yes! Aku bisa! Woah!". Seperti suara semangatnya yang menggebu-gebu dalam hatinya untuk terus kuat dan bertahan, meskipun masih ada diselimuti rasa sedih dan takut akan kematian. Ini yang buat aku jadi kagum, dan ngerasa kecil. Aku aja, kalo penyakit nangisku kumat, susah untuk bisa semangat secepat itu. Murung dulu, baru bisa ketawa. Ini? Perlu motivasi sedikit, langsung ngena, langsung teriak kalo dia itu bisa lewati semuanya. Dan dia tidak mau dikasihani karena kondisinya. Subhanallah.

Dan dia, buat mataku terbuka. Karena manusia itu terlihat luar biasa, tidak hanya karena harta, jabatan, ataupun kejeniusan otak. Dia terlihat luar biasa karena hatinya, karena semangatnya untuk bertahan di kondisi yang harus dilaluinya tapi enggak nyaman. Aku yakin, Allah pasti ngasih itu ke dia karena dia kuat. Karena dia punya semangat yang tinggi. Karena dia punya keceriaan berlebih, bahkan bisa dibagi ke orang-orang, padahal masalahnya sendiri jauh lebih sulit dari masalah orang lain. Padahal dia sendiri harus bertahan di kondisi yang enggak semua orang bisa bertahan di kondisi itu, termasuk aku. Dan banyak orang yang menyenanginya. Dia tetap butuh dukungan dan dia akan terus ceria, hingga Allah mempertemukannya dengan satu takdir yang siapapun bakalan mengalaminya: kematian. Kematian itu sesuatu yang pasti, dan penyebabnya hanyalah jalan yang dilewati untuk menghadapinya.

Ini untukmu, Indah. Semoga engkau tetap membagi tawamu pada kami, dan semoga kami tetap bisa memberimu motivasi untuk tetap bertahan. Allah selalu ada bersamamu :)

0 comments:

Posting Komentar