Serial Cerita: Alif dan Ali
Alif, adalah seorang anak SMP yang alim, taat beribadah, dan cukup pintar. Namun, ada 1 hal yang membuatnya bingung: matematika. Suatu hari, ia diberi tugas oleh gurunya untuk menyelesaikan 1 soal berikut ini:
Saat pulang sekolah, ia pergi ke mushalla Al Farabi, mushalla di sekolahnya, untuk melaksanakan shalat Dzuhur. Di dalam shalatnya ia berdoa: "Ya Allah, berilah aku petunjuk untuk mengerjakan soal matematika itu. Aku malu, aku tidak bisa mengerjakannya, Ya Allah. Hanya Engkau tempatku memohon. Amin."
Setelah ia shalat Dzuhur, ternyata ada yang menepuk bahunya dari belakang. Alif pun terkejut. "Kamu siapa?" tanyanya. "Kenalkan, aku Ali. Kamu tadi berdoa karena ada kesulitan di soal matematika yah?" cerocos Ali pada Alif. "Hmm, iya nih. Aku kesulitan ngerjain soal ini. Coba kamu lihat." keluh Alif sambil mengambil buku catatannya dan memberikannya pada Ali. Ali pun tersenyum.
"Baiklah, aku akan bantu kamu. Tapi aku akan kasih kamu dulu soal yang mirip dengan ini. Coba kamu kerjakan."
1+2+3+.....+50+....+3+2+1=...?
Soal itu harus ia kerjakan di papan tulis. Dan hasilnya, Alif menjumlahkan satu per satu angka tersebut. Ternyata, belum saja ia selesaikan soal itu, waktu jam matematika pun selesai. Ia pun kembali ke kursinya dengan penuh rasa malu.Saat pulang sekolah, ia pergi ke mushalla Al Farabi, mushalla di sekolahnya, untuk melaksanakan shalat Dzuhur. Di dalam shalatnya ia berdoa: "Ya Allah, berilah aku petunjuk untuk mengerjakan soal matematika itu. Aku malu, aku tidak bisa mengerjakannya, Ya Allah. Hanya Engkau tempatku memohon. Amin."
Setelah ia shalat Dzuhur, ternyata ada yang menepuk bahunya dari belakang. Alif pun terkejut. "Kamu siapa?" tanyanya. "Kenalkan, aku Ali. Kamu tadi berdoa karena ada kesulitan di soal matematika yah?" cerocos Ali pada Alif. "Hmm, iya nih. Aku kesulitan ngerjain soal ini. Coba kamu lihat." keluh Alif sambil mengambil buku catatannya dan memberikannya pada Ali. Ali pun tersenyum.
"Baiklah, aku akan bantu kamu. Tapi aku akan kasih kamu dulu soal yang mirip dengan ini. Coba kamu kerjakan."
1+2+3+.....+1000+....+3+2+1=...?
"Wah, soal tadi saja menurutku susah. Gimana lagi yang ini?" keluh Alif. "Hei, kamu jangan begitu. Belum coba saja sudah menyerah. Hayo? Cobalah dulu." dorong Ali. Alif meengerjakannya seperti tadi, menjumlahkannya satu per satu. "Lama nih kalau begini. Oke, aku akan kasih tahu kuncinya", kata Ali.
"Begini. coba kamu lihat pola ini.
1=1
1+2+1=4
1+2+3+2+1=9
Nah, apa yang dapat kamu simpulkan?" tanya Ali. "Hmm. Tampaknya seperti susunan bilangan kuadrat. Kayaknya 1+2+1=2 kuadrat=4. Jadi, jika mau menjumlahkannya sama saja dengan menguadratkan angka tengahnya. Iya bukan?" simpul Alif terhadap semua yang disampaikan Ali. "Yap, betul! Berarti kamu bisa menyelesaikan soalmu dan soalku kan?" kata Ali meyakinkan. "Berarti jawaban soalku tadi sama dengan 2500, kalau jawaban soalmu sama dengan 1.000.000. Iya ya?" simpul Alif dengan sedikit ragu. "Betul! Kamu mau bukti? Ini buktinya:
1+2+3+...+50+...+3+2+1= 1+2+3+...+49+50
49+48+..+1
______________ +
50+50+.......+50
= 50 x 50
= 2500
Begitu juga dengan soalku tadi. Pembuktiannya sama." kata Ali pelan.
"Waahh. Alhamdulillah, ternyata caranya mudah ya. Gak nyangka gini caranya. Syukran ya Ali", kata Alif senang. "Iya, afwan. Eh, aku harus pulang dulu. Assalamu'alaikum", jawab Ali terburu-buru. "Wa'alaikumussalam. Eh, kamukelas berapa? Tinggal dimana?" tanya Alif, dan jawabannya masih menjadi misteri...
Catatan:
Syukran : terima kasih
Afwan : sama-sama / maaf
(keduanya dalam bahasa Arab)

0 comments:
Posting Komentar